Thursday, March 31, 2011

Dia, Saya & Senyuman

Dia: Nak bawa kamu ke satu tempat?...katalah ..tak kisah...
Saya: Baik...saya tak kisah...ke mana-mana sahaja yang kamu mahu...
(Dia tersenyum...)
Dia: Kayangan...boleh?
Saya: Untuk hilang pun ...saya tak kisah....asalkan...
Dia: Asalkan apa?
Saya: Kamu ada...
(Dia tersenyum...)

Dia: Bagaimana agaknya kamu akan didik.....(terhenti)
Saya: Didik....apa?
Dia: Tak ada apa-apa....
(Saya tersenyum...)
Saya: Kamu tak akan habiskan ayat kamu itu...hanya untuk masa ini sahaja bukan?
(Dia tersenyum...)
(Saya juga tersenyum...)

Saya: Kamu nampak tak...saya dan kamu boleh pergi jauh?
Dia: Saya tak tahu...(senyap)
Saya: tak apa..saya faham..kalau kita tak boleh pergi jauh pun...tak apa...
(Dia senyap...merenung jauh)
Saya: Kalau kita tak jumpa lagi pun tak apa...saya faham....
(Saya tersenyum....bergerak untuk keluar dan pergi....)
Dia: Jumpa kamu lagi nanti...
(Saya tersenyum dan merenung dia...)
Dia: Kamu....katalah “jumpa kamu lagi nanti”...
(Saya tersenyum....dan pergi)

Dia: Saya suka hujan...saya suka awan...saya suka buku...saya suka lihat kamu baca buku...saya suka kasut kamu....saya suka kamu pandai masak...saya suka kamu senyum...
Saya: Saya suka segalanya tentang kamu....
(Dia tersenyum....lalu lihat masa)
Saya: Kamu suka masa-masa dengan saya bukan?
(Dia tersenyum...)
Dia: Mungkin esok tiada lagi...
Saya: Mungkin juga saya sudah pergi....mungkin juga kamu tiada lagi....
(Dia tersenyum...saya tersenyum.....hening seketika)

Dia: Selamat malam...
Saya: Selamat malam...
Dia dan saya....dan senyum.....

::: pena iman nur aima~


Wednesday, March 30, 2011

Jangan Lepaskan Gerhana


Berapa kali seumur hidup kita melihat gerhana?
Redup yang hadir tiba-tiba tanpa dipaksa....
Gerhana yang terjadi bila paksi takdir mengatakan...jadilah ia...
Tak terjangka bukan?

Berapa kalikah kamu benar-benar memandang gerhana itu?
Benar-benar memerhati keindahannya...
Benar-benar ingin menggenggam anggunnya diminda kamu...
Terlepas lagi....
Ditinggalkan lagi...

Jangan lepaskan gerhana itu....
Esok mungkin tiada....
Mungkin tidak akan bertemu lagi...
Mungkin haluan paksi telah berubah...
Mungkin aku telah pergi...
Mungkin kamu telah tiada...
Jangan lepaskan gerhana redup itu....

::: pena iman nur aima~

Tuesday, March 29, 2011

Aku, Mimpi & Bayang-Bayang


Kadang-kadang bila bersedih dan terbuai dengan rasa sedih itu...aku akan lena dalam dunia mimpi sendiri ...sehinggakan aku rasa dunia nyata telah berdosa kepada aku...lalu aku hukum dunia nyata...

Tiada yang salah pada diri aku! Tiada!! Mereka yang bersalah!! Mereka yang berdosa!! Dunia itu yang meracuni....

Dan mereka yang membuat aku merasa kesakitan..lalu aku menyepi dalam mimpi sendiri...mimpi yang lebih indah..layanan perasaan yang hanya aku mahu....lakaran dari imaginasi yang hanya aku izinkan...lalu segalanya menjadi sempurna...

Namun ada bayang-bayang yang mengatakan aku salah! Salahkah aku untuk berada dalam dunia kebahagiaan ku sendiri...membuai rasa sehingga tiada lagi keperitan..hanya keindahan...

Bayang-bayang itu...tetap menyalahkan aku....seperti mempersenda perjuanganku..melindungi hati...
Persetankan bayang-bayang itu....adakah bayang hadir menupang...saat jantungku kegelisahan, terjatuh dan tersentak...tidak!! Langsung tidak!! Sendirian aku menentang rasa....sendirian aku berjuang.....untuk apalah kesedaran pada saat jauh ini....untuk apa lagi....

Aku dan dunia aku....aku dan keindahan...mimpikah aku.....gilakah aku!! Pergilah....biarkan aku hanyut....jangan di ganggu ketenangan nan seketika ini....biar aku larut dalam mimpiku sendiri...biarkan calar ini sembuh....biarkan aku hilang.....di telan mimpi-mimpi...kerana aku mati tanpa mimpi indahku...

Usah persendakan aku dan mimpiku....lepaskan aku....lepaskan lah bayang-bayang.....

::: pena iman nur aima~

Sunday, March 27, 2011

Awan Hujan Itu

Pabila kau dahaga, sesegera hujan turun melimpahkan kasehnya...
Pabila kau katakan, akulah awan itu yang kau mahu...

Namun, awan hujan yang berlalu ini...
Membawa kedinginan yang teramat panjang...
Lantas hati membeku, kedinginan dalam kesepian...

Titis titis hujan ini tidak selebat rintik hujan di hati...
Lalu kebasahan lah hati yang kering dan tipis meniti hari...
Maka, terajarlah akan dia bahasa perasaan...
Terbawa dia...tersedar akannya... gemilang seni rasa itu...

Ingin kembali sewaktu mentari mega menyinar...
Dan ketika rintik hujan turun...
Sirna kelihatan pelangi dihujung jalan...
Dan waktu keindahan ini....
Masih terlihatkan....
Meskipun mendung berarak lesu....
Kegelapan itu tidak akan pernah setanding indahnya warna pelangi...

Dan masih....
Pabila kau katakan, akulah awan itu yang kau mahu....
Sedarilah...adanya mentari menyinar disebalik mendung....
Silau matamu kerana cahaya...Akhirnya....
Menutup pesona awan itu.....
Terlepas lagi....kerana angin datang membawa bersama kejauhan....
Rupanya hujan turun juga melimpahkan kasih dan rahmatnya.....

::: pena iman nur aima~

Harus diberitahu bahawa barisan bait-bait kata yang berwarna biru itu adalah milik seseorang yang lain.
Disebabkan ianya punyai makna yang dalam....dan merasakan ianya patut menjadi lebih rumit dan menjengkelkan....Maka, aku mengambil langkah memanjangkan barisan kata itu :)
Penghargaan: Hafiz~Awan Nano

Saturday, March 26, 2011

Sinar Kecil


Jauh di sudut paling dalam...
Sudut yang tak pernah kelihatan....
Hanya dapat dirasai...
Oleh dia yang berfkir...
Oleh dia yang merasa...
Ada sinar kecil....

Berabad lama ia menyinar...
Dipagari...tembok-tembok kukuh...
Dan duri-duri liar...
Tak terjangkau oleh manusia...
Kerana sinar ini paling berharga....
Bagi dia...
Kamu...mereka...dan semua...
Yang punyai jiwa.....

Dia selalu lari dari kesakitan....
Kerana kesakitan bisa membunuh sinar itu...
Lantas, selalu dia berlari jauh...
Membawa sinar itu pergi....
Hanya dia dan sinar kecil...
Masih terang...
Meski pun tidak mampu menerangi seluruh alam...

Terjagalah ia akan sinar itu...
Dan rela ia bertemankan ketidakpedulikan
Dari kesakitan dan amarah...
Kerana tidak peduli itu akan melindungi sinar...
Akan membataskan dia dari dunia perasaan....

::: pena iman nur aima~

Terhenti


Aku mahu berantakan lah
Seluruh genap perasaan ini
Aku mahu terbunuh
Dan mati...
Biar bernoktah

Biar tercarik dan berdarah
Biar hati ini menjadi lebih parah
Dan matilah ia membawa kelesuan ini
Aku mahu ia terhenti

Aku mahu ia hilang
Mahu ia pergi dan takkan pernah kembali
Dan jika ia kembali
Pasti akan aku tusuk ia dengan belati tajam
Biarkan ia berdarah dan terhenti
Mati bersendiri

Bezakan kesakitan ini dengan derita
Bezakan kesakitan ini dengan pedih luka
Bezakan ia dengan tangisan...
Bezakan ia dengan raungan..
Lebih gelap...lebih menyiksakan

Dan aku mahu
Tergenggam lah kesakitan ini
Terhenti dalam langkah yang kian perlahan
Biar bernoktah sampai disini


::: pena iman nur aima~